Umroh sesuai dengan tuntunan Rasululloh

Umroh dengan cara yang syar’i sesuai tuntunan Rosululloh. Kami selaku penjual produk haji dan umroh, sedikit berbagi ilmu tentang tatacara umrah. semoga bisa bermanfaat sebagai refrensi ibadah umrah Anda. Bila melihat literatur yang telah ada, banyak ummat muslim di Indonesia antusias dalam beribadah khususnya umroh.

Umroh sesuai dengan tuntunan Rasululloh

Umroh yang syar’i

Umroh yang syar’i kali ini kami ambil dari tulisan ahlussunnah wal jama’ah. Semoga bisa jadi bahan refrensi umat islam di nusantara. Kuota haji yang berkisar 220.000 jama’ah dinilai belum mencukupi antusias masyarakat Indonesia. Sehingga banyak bermunculan biro umroh di tanah air.

Berikut penjelasan tentang umrah, semoga bermanfaat. Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Manasik haji dan Umroh

Manasik haji yang afdhol dan utama adalah tamattu’, yaitu seorang melakukan umrah pada bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqo’dah, dan awal bulan Dzulhijjah) yang diakhiri tahallul. Kemudian dilanjutkan kegiatan haji pada tanggal 8 Dzulhijjah dengan memakai ihram menuju Mina.Intinya, dimulai dengan umrah, lalu dilanjutkan dengan haji.

Tata Cara Umrah (bagi haji tamattu’)

Ihram:
Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan , bukan pada pakaian. Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung. Ketika di miqot, menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:

لَبََّيْـكَ اللهُمَّ بعُمْرَََةٍ
“Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah”.

Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah yang berbunyi:

لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ,
إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ
Talbiyah ini dibaca hingga tiba di Makkah. Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram di miqot, maka telah diharamkan baginya melakukan perkara berikut: Jimak beserta pengantarnya,melakukan dosa, debat dalam perkara sia-sia,memakai pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum, memotong/cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.

Namun dibolehkan perkara berikut : Mandi, garuk badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau harum, menggunting kuku yang hampir patah,melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang tak menyentuh kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang, memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.

Tawaf, Umroh yang syar’i

Putuskan talbiyah, jika tiba di Makkah. Masuk masjidil Haram sambil baca doa masuk masjid:

اللّهُمَّ افـْتَحْ لِيْ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan. Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir. Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani. Setelah itu baca doa ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَة وَقِـنَا
عَـذَابَ النَّار

Baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad. Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad. Usai tawaf, sholat sunnatlah dua raka’at di belakang maqom Ibrahim menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’at pertama. Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’at. Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan mandi atau wudhu disitu. Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi wallahu akbar”. Setelah itu, belakangi kiblat. Maka disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i.

Sa’i, Umroh yang syar’i

Mendakilah ke shofa sambil berdoa:

إنَّ الصَّفا وَالْمَرْوَة مِنْ شَعَائِر ِاللهَ, أبْدَأ بمَا بَدَأ اللهُ
به

Jika telah berada di atas Shofa, menghadap ke kiblat , maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:

لا إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحمد وهو على كل شيئ قدير
لا إله إلا الله وحده , أنجز وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده

Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri. Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau. Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah. Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan
Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:

Doa Umroh yang syar’i

لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير
لا إله إلا الله وحده , أنجز وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده

Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri. Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua putaran. Intinya: bilangan genap selalu di Shofa, dan ganjil di Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan berakhir di Marwah Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang cukur dan lakukan tahallul.

Bagi pria rambut dicukur rata -tanpa digundul-, dan bagi wanita potong ujung rambut seukuran 1 ruas jari.Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa potong sendiri. Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul tsb. Sekarang
boleh pakai baju biasa dan melakukan beberapa hal yang dilarang dalam umrah, selain ma’shiyat. Boleh jimak dengan istri, pakai parfum, potong kuku,dll.

Demikian sedikit tentang umroh, semoga bermanfaat. barokallohufiik…

Perlengkapan umroh dari Peepis.com

Perlengkapan haji dan umroh dari kami peepis.com berupa peepis kantong urine, nosk masker dan vipes corong peepis ( wanita ). Inti dari perlengkapan haji dari kami adalah untuk memudahkan Anda dalam melaksanakan ibadah haji, baik untuk laki – laki maupun wanita.

Yang pertama adalah kantong urine peepis. Bagi para jamaah haji, Kantong urin untuk haji sangat membantu. ketika anda berada di Arafah, Antrian panjang akan anda jumpai. Keadaan seperti ini bisa mengganggu saat ibadah haji anda. Dengan menyediakan kantong pipis untuk perlengkapan haji anda, tindakan yang bijak bisa anda tempuh. Untuk jamaah haji wanita, kami juga menyediakan corong kantong urine ( vipes ). Sehingga saat buang air kecil, air tidak berceceran.

Selanjutnya yang kedua adalah nosk. Nosk sebagai filter hidung yang mudah dapat diselipkan ke dalam lubang hidung. Lebih banyak membantu menghalangi dan menghentikan zat yang mengiritasi dan mengganggu. Sebuah lembaran plastik tipis dan tembus pandang memastikan produk ini terpasang dengan aman di dalam hidung dan nyaris tidak terlihat oleh mereka yang berada di sekitar Anda. Saat anda melaksanakan dilarang memakai penutup muka saat haji, nosk bisa menjadi solusi yang tepat. Selain itu, pemakaiannya bisa berulang kali hanya dengan merendam dalam air bersih setelah digunakan.

Informasi kantong peepis dan nosk bisa sms atau phone ke :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir.
Gratis ongkos kirim ke seluruh kota di Indonesia, berlaku mulai 10 oktober 2016.